Surat kepada teman
Assalamualaikum wr wbt Teman’
Ingin sekali aku memanggil satu nama
Menggantikan ‘teman’
Banyak nama2..ada nama di mana2
Tapi aku gagal dan malu memilih
Satu namaUntuk menjadi teman..pagi ini
Teman
Aku ingin menulis
Bukan menulis
Tapi membuka alur
Membiarkan apa yang terbendung di hati..mengalir
Agar hati tak karam dan sakit
Teman
Aku melihat..kekiri..kekanan
kedepan kebelakang keatas kebawah
sungguh..tak nampak siapa siapa
aku jadi malu untuk menangis
lalu kusimpan, ku pendam buat merendam hati ku sendiri
aku melihat jauh di hujung kehidupan
satu nama,
sedang menangis dan merintih
hatinya barangkali sakit dan sesak
tak punya siapa2 dia
kecuali mamanya yang sakit seperti mamaku
ayahnya yang entah didalam pelukan perempuan mana
bukan seperti ayahku
aku hiba dan sayu
disudut lain
aku melihat satu nama
sedang bermenung di tangga kehidupannya
airmatanya bertakung tak bisa di tumpahkan
aku memandang ke hatinya
kosong
dia pun mencari2
kemanakah kekasihnya,
kemanakah rindu dan cintanya di bawa
aku memandang ke dalam diri
dimana kekasih ku
di mana cintaku
terasa sangat jauh dan terasing
sepertinya..
aku menahan airmata dari jatuh
bila aku berpusing
aku nampak satu nama
teman
ditangannya penuh darah dari luka dihati
penuh ngeri..
aku jadi terduduk
walaupun jauh aku mendengar
gemerisik tangisnya menahan pedih
aku memandang diriku
sambil meraba
dimanakah luka
tak kelihatan
sedang aku merasa sangat sakit
akhirnya
airmata ku jatuh
aku rindu…tanganku..di pegang dan dielus kekasih
waktu aku sedang sakit
aku ingin hulurkan sebelah tangan ku
biar hujung jariku menyentuh jari teman2 ku yang merintih
sambil matanya merenung menagih belas kasihan ku
tapi pasti
aku akan menyakitkan diriku
lalu aku jadi diam
megumpul kekuatan dan berdoa
Ya Allah..
berikan ku satu nama
Buat menemani malam sakit dan sedih ini





