Archive for April 13, 2008

surat kepada teman

Surat kepada teman

Assalamualaikum wr wbt Teman’

Ingin sekali aku memanggil satu nama

Menggantikan ‘teman’

Banyak nama2..ada nama di mana2

Tapi aku gagal dan malu memilih

Satu namaUntuk menjadi teman..pagi ini

Teman

Aku ingin menulis

Bukan menulis

Tapi membuka alur

Membiarkan apa yang terbendung di hati..mengalir

Agar hati tak karam dan sakit

Teman

Aku melihat..kekiri..kekanan

kedepan kebelakang keatas kebawah

sungguh..tak nampak siapa siapa

aku jadi malu untuk menangis

lalu kusimpan, ku pendam buat merendam hati ku sendiri

aku melihat jauh di hujung kehidupan

satu nama,

sedang menangis dan merintih

hatinya barangkali sakit dan sesak

tak punya siapa2 dia

kecuali mamanya yang sakit seperti mamaku

ayahnya yang entah didalam pelukan perempuan mana

bukan seperti ayahku

aku hiba dan sayu

disudut lain

aku melihat satu nama

sedang bermenung di tangga kehidupannya

airmatanya bertakung tak bisa di tumpahkan

aku memandang ke hatinya

kosong

dia pun mencari2

kemanakah kekasihnya,

kemanakah rindu dan cintanya di bawa

aku memandang ke dalam diri

dimana kekasih ku

di mana cintaku

terasa sangat jauh dan terasing

sepertinya..

aku menahan airmata dari jatuh

bila aku berpusing

aku nampak satu nama

teman

ditangannya penuh darah dari luka dihati

penuh ngeri..

aku jadi terduduk

walaupun jauh aku mendengar

gemerisik tangisnya menahan pedih

aku memandang diriku

sambil meraba

dimanakah luka

tak kelihatan

sedang aku merasa sangat sakit

akhirnya

airmata ku jatuh

aku rindu…tanganku..di pegang dan dielus kekasih

waktu aku sedang sakit

aku ingin hulurkan sebelah tangan ku

biar hujung jariku menyentuh jari teman2 ku yang merintih

sambil matanya merenung menagih belas kasihan ku

tapi pasti

aku akan menyakitkan diriku

lalu aku jadi diam

megumpul kekuatan dan berdoa

Ya Allah..

berikan ku satu nama

Buat menemani malam sakit dan sedih ini

pada satu cinta

pada satu cinta

ada tangis

airmata berbaur darah

ada hati hancur luluh

ada harapan hampir terkubur

pada satu cinta

ada tangan terhulur

pada dedaun layu rebah ke bumi

pada harapan yang kabur dan tk wangi

pada satu cinta

kusimpan tangis di sudut hati

kusimpan luka di lipatan paling dalam dan sunyi

pada satu cinta

aku mendongak

ketempat kau berdiri

* makasih, kerana menyambut tangan ku yang hampir layu