Archive for sastra

pilihan

aku tak tahu..apa yg ingin aku tuliskan di sini..seperti aja beberapa musim dulu aku menulis pada gumpalan kertas, di keronyok dan baling ke bakul sampah..bdedanya kali ini aku menulis ga pakai pensel atau kertas..dulu aku menulis dgn airmata tapi sekarang aku menulis aja apa2 yg aku ingin tulis..sambil melihat asap di hujung bibir..aku seperti ga merasa sakit waktu apinya jatuh ke paha dan melecur merah..ahh barangkali aja rasa sakit udh pergi semua..

aku masih berfikir sejak semalam..rasanya fikiran ku jauhhhhh seperti waktu aku di ujung jenazah mama..aku seperti berfikir tapi mungkin juga tidak, barangkali aku masih merasakan aku masih bisa berfikir kerana dalam2 aku menarik kalimah asmaul husna ke dalam hati..seperti aku menyanyikan surah2 suci di ujung jenazah mama yang diam, kaku..masih aku ingat waktu aku diam2 berdoa..muga kematian mama itu satu lakunan aja, agar mama kembali bangkit dan tersenyum..agar aku bisa merasakan hangatnya dakapan mama…sama..memang sama..waktu ini aku duduk diam dan berdoa..agar cintaku datang dan memelukku ngan erat, agar aku bisa menumpang kekuatan jiwa yang sedang mati dalam diri..

aku menghitung..dlm usia 24 ini, apa yang ku dapat..kenapa dan kenapa..aah benarlah aku masih berfikir dan jauh kedalam diri aku menyerah..ga siapa2 yang tewas kecuali aku

aku ingin bersajak..seperti waktu2 aku punya impian ..sewaktu2 aku punya harapan dan cinta..tapi hari ini aku ga bisa bersajak..kata2 telah mati dalam hati..sepertiinya sewaktu aku menitipkan suatu surat buat teman..aku sendiri di sini..dunia asing yang kering..dan aku seperti sedang menuju mati…sajak itu, ya Tuhan, aku memohon, berikan satu nama, agar atu bisa ada teman dan ga mati sendiri..seperti ini…

sajak itu telah hilang..asap2 kehidupan ini seperti selimut ..

sewaktu meraba ke pipi..airmata udah tak ada lagi, aku senyum pasrah..sedang aku mencuba memahami..kalau airmata udah kering, tangisan tersekat dan tersimpan di hati..

semua orang becakap pasal cinta, kasih sayang, kejjuran, kesetiaan..tapi sebenarnya apa..siapa yang terhukum dari perdebatan mulia insan-insan jujur dan ikhlas sekliling ku? aku terhukum, terpalit dosa dan iya…aku sedang melaluinya..sendiri..mana orang2 nya yang saking banyak cintanya pad anisfiTriah..waktu aku begini..semuanya menyepi..iyah ya..aku harus memahami perasaan semua orang2 yang mulia dan tersanjung di sekeliling pun, sedang perasaan ku sendiri siapakah yang mengenalnya?

waktu ku sambung nyalakan rokok di ujung bibir,…hatiku menangis lagi…

Kekosongan, Kehampaan hati

membuat seorang pemuda termenung di sudut ruangan sebuah coffeeshop

jiwa yang kalut tak sanggup bawa dirinya keluar dari lembah hitam kehidupan

hatinya selalu meraung-raung memohon setitik cahaya

sekian ramai orang di sekelilingnya tak pun pernah hirau

dia selalu mencoba untuk selalu senyum pada setiap sapaan

walau sebenar tak sanggup untuk tersenyum lagi

mencoba untuk bersikap biasa pada siapapun yang ada

mencoba untuk gembira pada semua

walau kadang terpaksa harus menangis sorang diri

tangisi kehidupan yang kian mencuat

selalu menaruh harapan pada takdir

walau kadang harus terima kebijakan kebijakan

walau kadang harus terima setiap keputusan yang mengguris hati

dia sadar akan dirinya

perahu di dayung telah pun pecah

akan kah datang orang akan baiki

hati selalu bertanya dengan harapan terbuka

surat kepada teman

Surat kepada teman

Assalamualaikum wr wbt Teman’

Ingin sekali aku memanggil satu nama

Menggantikan ‘teman’

Banyak nama2..ada nama di mana2

Tapi aku gagal dan malu memilih

Satu namaUntuk menjadi teman..pagi ini

Teman

Aku ingin menulis

Bukan menulis

Tapi membuka alur

Membiarkan apa yang terbendung di hati..mengalir

Agar hati tak karam dan sakit

Teman

Aku melihat..kekiri..kekanan

kedepan kebelakang keatas kebawah

sungguh..tak nampak siapa siapa

aku jadi malu untuk menangis

lalu kusimpan, ku pendam buat merendam hati ku sendiri

aku melihat jauh di hujung kehidupan

satu nama,

sedang menangis dan merintih

hatinya barangkali sakit dan sesak

tak punya siapa2 dia

kecuali mamanya yang sakit seperti mamaku

ayahnya yang entah didalam pelukan perempuan mana

bukan seperti ayahku

aku hiba dan sayu

disudut lain

aku melihat satu nama

sedang bermenung di tangga kehidupannya

airmatanya bertakung tak bisa di tumpahkan

aku memandang ke hatinya

kosong

dia pun mencari2

kemanakah kekasihnya,

kemanakah rindu dan cintanya di bawa

aku memandang ke dalam diri

dimana kekasih ku

di mana cintaku

terasa sangat jauh dan terasing

sepertinya..

aku menahan airmata dari jatuh

bila aku berpusing

aku nampak satu nama

teman

ditangannya penuh darah dari luka dihati

penuh ngeri..

aku jadi terduduk

walaupun jauh aku mendengar

gemerisik tangisnya menahan pedih

aku memandang diriku

sambil meraba

dimanakah luka

tak kelihatan

sedang aku merasa sangat sakit

akhirnya

airmata ku jatuh

aku rindu…tanganku..di pegang dan dielus kekasih

waktu aku sedang sakit

aku ingin hulurkan sebelah tangan ku

biar hujung jariku menyentuh jari teman2 ku yang merintih

sambil matanya merenung menagih belas kasihan ku

tapi pasti

aku akan menyakitkan diriku

lalu aku jadi diam

megumpul kekuatan dan berdoa

Ya Allah..

berikan ku satu nama

Buat menemani malam sakit dan sedih ini

« Previous entries